Transportasi Dari KL Central ke Sirkuit Sepang Malaysia

Malaysia memiliki sirkuit internasional tempat digelarkan event MotoGP, yaitu sirkuit internasional Sepang. Pada hari-hari biasa saja jumlah turis ke Malaysia, khususnya ke Kuala Lumpur sangat banyak. Apalagi kalau ada gelaran MotoGP yang merupakan event balapan motor bergengsi dunia, pengunjung dari berbagai negara di dunia bisa membludak memadati Kuala Lumpur. MotoGP Sepang Malaysia dijadwalkan akan berlangsung mulai tanggal 2 November 2018 dan berakhir pada tanggal 4 November 2018.

Buat kamu yang hobi nonton MotoGP, siap-siap membeli tiket pesawat dan tiket MotoGP Sepang dari sekarang. Nonton MotoGP live di Sirkuit Sepang tentunya akan memberi sensasi dan kepuasan yang berbeda dari nonton MotoGP di TV. Waktunya memang masih lama, tapi tak ada salahnya mengintip tiket pesawat promo via online agar perjalanan Indonesia – Malaysia lebih hemat.

Kalau kamu membeli tiket pesawat low cost carrier, kamu akan turun di Bandara Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2). Dari KLIA2 ke KL Central bisa menggunakan bus, KLIA Ekspress (kereta cepat) atau taksi. Tiket bus KLIA2 ke KL Central pada awal Mei 2018 tarifnya RM 12, sedangkan tarif KLIA Ekspress dari bandara KLIA2 ke KL Central RM 55.

Peta Sirkuit Internasional Sepang Malaysia
Sumber: tiket.com

Transportasi dari KL Central ke Sirkuit Sepang

Dari KL Central ke Sirkuit Sepang bisa naik RapidKL Shuttle Bus MotoGP 2018. Harga tiket bus Rapid KL ke sirkuit Sepang Route KL Sentral – Sirkuit Sepang – KL Sentral (SEATING) – Bus Single Deck Rp. 180.000, STANDING Rp. 126.000.

Tiket bus RapidKL rute KL Central – Sirkuit Sepang bisa dibeli via online, sekalian beli tiket nonton MotoGP. Tiket MotoGP 2018 di Sirkuit Internasional Sepang Malaysia di tribun Main Grand Stand yaitu Rp. 925.500.

Demikianlah info transportasi dari KL Central ke Sirkuit Sepang, semoga berguna bagi kamu yang akan nonton MotoGP 2018. Terima kasih.

Tentang Penulis: Husni Cahya Gumilar

Gambar Gravatar
CEO ZonaLibur.com. Pria kelahiran Banjarwangi Kabupaten Garut yang hobi jalan-jalan, menulis dan dengerin marawis. Intinya saya bukan selebritis.