Pulau Maratua, “Tanah Surga” di Kepulauan Terluar Indonesia

Pulau Maratua merupakan pulau terluar Indonesia yang berada di wilayah pemerintahan Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, provinsi #Kalimantan Timur. Letaknya di Laut #Sulawesi dan berbatasan dengan negara Malaysia. Di pulau kecil berpenguhuni seluas 384,36 km2 ini terdapat dua buah danau menawan yaitu Danau Haji Buang dan Danau Tanah Bamban.

Pulau ini bersebelahan dengan wilayah Pulau Derawan, pulau Sangalaki, dan pulau Samama. Di #Pulau Maratua terdapat 2 tipe pantai, yaitu pantai pasir yang terbentuk oleh endapan oleh gelombang dan pantai terjal yang terbentuk oleh terumbu karang. Pasir pantai terbentang di sebelah pesisir barat dan selatan, sedangkan pantai terjal terbentang di sebelah utara dan timur. Pasang surut di pesisir Maratua termasuk tipe pasang surut campuran dan dipengaruhi oleh pasang surut Samudera Fasifik.

Iklim di Pulau Maratua sangat dipengaruhi oleh iklam Samudera Fasifik, karena letaknya berhadapan langsung dengan samudera ini. Musim hujan biasanya berlangsung pada bulan Oktober – Mei, sedangkan musim kemarau berlangsung pada bulan Juli – September. Suhu udara rata-rata berkisar antara 10 – 12 Derajat Celcius.

pulau maratua Kalimantan

Banyak yang mengatakan pulau Maratua merupakan saingan terberat #Raja Ampat. Anggapan tersebut muncul karena pulau ini mempunyai keanekaragaman hayati laut yang tinggi seperti terumbu karang, hutan mangrove, padang lamun, ikan-ikan dan memiliki gugusan karang yang indah serta hamparan pasir yang bersih dan sangat luas.

Baca juga : Pesona Kepulauan Raja Ampat Papua Barat yang Memikat

Hutan Mangrove atau hutan bakau biasanya tumbuh di daerah pantai terlindung dan muara sungai, sedangkan di pantai-pantai curam dan berdinding batu tidak dimbuhi mangrove. Mangrove mampu tumbuh di daerah pantai berlumpur. Ekosistem mangrove di Pulau Maratua seluas 369 hektare tumbuh dengan baik.

Terumbu karang di Pulau Maratua dapat tumbuh bagus hingga kedalaman 17 meter, selebihnya lebih didominasi oleh pasir. Terumbu karang merupakan potensi yang terdapat di Pulau Maratua. Namun terumbu karang di pulau terluar ini mengalami gangguan akibat aktifitas manusia seperti kegiatan penangkapan ikan dan transfortasi laut.

Ikan yang menghuni perairan Pulau Maratua pada umumnya terdiri atas ikan hias dan ikan karang untuk konsumsi. Ikan hias seperti ikan badut, ikan sersan, ikan betok, ikan kakatua, ikan tringger, ikan okpis, ikan angel, ikan pakol, ikan layaran dan ikan kepe-kepe banyak ditemukan di Kecamatan Pulau sembilan, Pulau Laut Barat dan Pulat Laut Selatan. Sedangkan ikan karang konsumsi adalah jenis ikan kerapu, ikan tanda-tanda, ikan kakap, ikan pari, ikan baronang dan jenis ikan konsumsi lainnya.

Baca juga : Orangutan Kalimantan, Pongo Borneo yang Terancam Punah

Penduduk pulau Maratua merupakan suku Bajau yang sebagian besar beragama Islam. Di tambah dengan pendatang dari suku Bugis, Jawa, Bali, Kutai dan Banjar. Pada tahun 2004 Jumlah penduduk pulau Maratua tercatat sebanyak 2.818 yang tersebar di 2.394 rumah di 19 Desa/Kelurahan. Sebagian penduduk Pulau Maratua berprofesi sebagai nelayan. Hasil tangkapan ikan dijual sebagai komoditas ikan unggulan dan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Di samping bekerja sebagai nelayan, ada juga masyarakat yang mempunyai mata pencaharian sebagai pedagang misalnya usaha warung telekomunikasi dan jasa pertukangan.

Pulau Maratua dapat dijangkau melalui beberapa sarana transfortasi. Perjalanan melalui pesawat udara dapat dimulai dari kota Balikpapan melalui Tanjung Redeb, Kabupaten Berau dengan waktu tempuh selama kurang lebih 1 jam.  Jika Anda hobi petualangan, boleh coba alam liar Borneo melalui jalur darat melewati Samarinda, Bontang, Sangatta, hungga melewati areal hutan dengan jalan terjal dan berlubang yang ditempuh selama 20 jam.

Dari Tanjung Redeb, perjalanan dilanjutkan dengan jalur darat menuju Pelabuhan Tanjung Batu. Setelah sampai di Tanjung Redeb, selanjutnya menggunakan jalur laut dengan menyewa boat seharga Rp. 300.000 per boat selama 30 menit. Di sepanjang perjalanan Anda akan menyaksikan keindahan karang yang menjulang di balik permukaan air laut yang tenah.

Lelahnya perjalanan akan hilang begitu kita sampai di pulau Maratua, kepenatan selama perjalanan terobati dengan pemandangan pantai yang masih asri. Anda akan terpesona dengan pantai berpasir putih dan perairan laut biru yang bersih.

Kegiatan wisata yang bisa dilakukan di sini adalah snorkeling dan diving. Pantai Maratua tidak memiliki ombak sama sekali, seperti kondisi perairan di danau yang sangat luas. Kita dapat menyusuri pantai dengan sampan, di pulau ini kita juga akan menyaksikan penyu hijau yang cukup langka.

Jika Anda sedang merencanakan liburan ke pulau #Kalimantan atau akan mengikuti kegiatan #Borneo Wild Adventure, destinasi Pulau Maratua jangan sampai terlewatkan. Selamat berpetualang!

Pulau Maratua, “Tanah Surga” di Kepulauan Terluar Indonesia | Husni Cahya Gumilar | 4.5