Pengalaman Pertama Naik Pesawat Air Asia Dari Bandung ke Kuala Lumpur

Naik pesawat Air Asia dari Bandung ke Kuala Lumpur pada 5 Mei 2018 adalah pengalaman pertama saya naik pesawat terbang. Seumur-umur saya memang belum pernah naik pesawat, makanya pas waktu pertama naik pesawat, nano-nano rasanya.

Penerbangan pertama saya dalam rangka jalan-jalan ke Kuala Lumpur bersama tiga orang teman. Take off dari bandara Husen Sastranegara Bandung dan landing di bandara Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2). Bandara KLIA2 merupakan bandara pesawat LCC (low cost carrier) seperti Air Asia. Lama penerbangan Bandung – KLIA2 sekitar 2 jam 10 menit. Waktu yang terasa sangat lama bagi saya.

Singkat cerita, saya tiba di bandara Husen Sastranegara sekitar pukul 5 pagi. Setelah shalat subuh di mushola bandara, sekitar pukul 6 kami memasuki international departures (keberangkatan internasional). Di pintu depan paspor kami diperiksa, lalu masuk ke pemeriksaan metal detector dan bagasi.

Di dalam langsung check in, lalu antre untuk pemeriksaan paspor oleh petugas imigrasi di bandara. Setelah itu, kami duduk di ruang tunggu menunggu jadwal keberangkatan pesawat Air Asia ke Kuala Lumpur.

Hati mulai sedikit tak tenang ketika melihat pesawat datang. Rasa penasaran bercampur takut menjadi satu, tapi saya coba untuk tetap tenang dan berpikir positif bahwa pesawat terbang merupakan moda transportasi paling aman.

Tidak lama kemudian, penumpang pesawat Air Asia tujuan Kuala Lumpur dipersilakan masuk lewat pintu 1. Saya antre bersama dengan penumpang lainnya. Di bandara Husen Sastranegara, penumpang harus turun dari ruang tunggu lalu berjalan kaki menuju tangga pesawat. Sebelum naik pesawat, kami menyempatkan foto-foto.

Pengalaman pertama naik pesawat air asia

Saya kebagian kursi urutan kedua dari belakang, pas di samping dekat jendela. Tidak berselang lama, pramugari memeragakan cara menggunakan sabuk, masker oksigen dan menunjukkan letak pelampung serta pintu darurat. Di saat pramugari cantik sedang memeragakan, pesawat mulai bergerak. Awalnya pelaaan, lalu bergerak agak cepat, kemudian bergerak dengan kecepatan tinggi dan akhirnya terbang.

Ketika roda pesawat masih menyentuh tanah, kecepatan pesawat terasa kencang. Tetapi setelah terbang, pesawat rasanya begerak pelan bahkan terasa diam.

Nah saat pesawat mulai terbang ini ada rasa ngeri-ngeri sedap, soalnya pesawat terasa turun naik. Nah pas terasa turun itu duh ngalenyap. Padahal pesawat mungkin tidak turun, kan posisinya lagi naik ke ketinggian tertentu.

Pada saat naik, hidung mulai terasa tertekan. Sesekali pesawat terasa bergetar seperti kendaraan menempuh jalan berlubang. Tapi ini tidak berlangsung lama, pesawat kembali normal dan tenang. Ini hal biasa, karena saya lihat pramugari dan penumpang lain tidak merasa terganggu dengan getaran tersebut.

 

Setelah hampir 2 jam, ada pemberitahuan bahwa pesawat sudah tiba di Kuala Lumpur dan akan segera mendarat. Pramugari menyuruh penumpang untuk mengenakan sabuk pengaman dan tidak diizinkan pergi ke toilet.

Suara mesin pesawat terdengar lebih halus dari sebelumnya, di situ telinga saya terasa sakit seperti ada tekanan udara gitu. Perkebunan kepala sawit mulai terlihat dengan jelas dari atas jendela pesawat. Saya mulai lega karena sebentar lagi pesawat akan mendarat. Ketika pesawat mulai turun dari ketinggian, rasanya sungguh lelenyapan. 

Pendaratan pesawat saat itu memang kurang sempurna, ada sedikit benturan roda belakang. Tapi tak terjadi apa-apa, alhamdulillah selamat.

Tips:

Buat kamu yang belum pernah naik pesawat terbang, datanglah ke bandara minimal 2 jam sebelum take off agar tidak panik karena takut ketinggalan pesawat dan ada banyak waktu relaksasi di ruang tunggu.

Berdo’a sebelum dan sesudah naik pesawat, minta keselamatan pada Tuhan Yang Maha Esa.

Yakinlah bahwa naik pesawat terbang itu aman dan menyenangkan. Meskipun ada rasa-rasa gimana gitu saat take off dan landing, tapi itu hal yang wajar dan dirasakan oleh semua penumpang.

Berpikir positif, buka jendela dan tidak tidur ketika pesawat take off dan landing. Tujuan membuka jendela pesawat agar kamu bisa mengamati keadaan di luar, sementara jangan tidur ketika take off dan landing agar terhindar dari gangguan pendengaran akibat tekanan udara.

Demikian, semoga pengalaman pertama naik pesawat Air Asia ini bermanfaat.

Tentang Penulis: Husni Cahya Gumilar

Gambar Gravatar
CEO ZonaLibur.com. Pria kelahiran Banjarwangi Kabupaten Garut yang hobi jalan-jalan, menulis dan dengerin marawis. Intinya saya bukan selebritis.