Jaket Kulit Garut, Oleh-oleh yang Wajib Dibeli Saat Anda Singgah Ke Kotanya

Jaket kulit Garut merupakan salah satu oleh-oleh khas Garut yang sudah populer hingga ke seluruh penjuru nusantara. Selain jaket, kerajinan kulit Garut yang banyak diburu pembeli adalah tas kulit, topi, dompet, sarung tangan dan souvenir-souvenir lainnya yang berbahan kulit domba asli.

Selama ini Garut memang dikenal sebagai sentra budidaya domba Garut. Domba Garut sendiri merupakan jenis binatang piaraan dengan kualitas super. Domba Garut mempunyai kemampuan yang tidak dimiliki domba pada umumnya, yaitu adu ketangkasan dan peragaan busana Domba Catwalk.

Jaket kulit Garut berbeda dengan kerajinan kulit dari daerah lain, lebih lembut dan sedap dipandang mata. Saat diraba, jaket kulit Garut lembut sekali karena pemeliharaan domba Garut dikandangkan dan makanannya terjamin, sehingga terbebas dari penyakit kulit. Proses penyamakannya pun membutuhkan waktu cukup lama, mulai dari penggaraman sampai pengecatan mamakan waktu sekitar satu bulan.

Tahapan pewarnaan kulit terdiri atas dua macam, yakni dicat dan dicelup. Warna kulit yang lebih bagus adalah hasil pewarnaan dengan cara dicelup. Bahan pewarna yang digunakan didatangkan langsung dari Korea.

Maka dari itu, tidak heran bila kemudian Garut menjadi pusat kerajinan jaket kulit domba super di Indonesia. Seperti dilansir oleh Liputan6.com, kulit domba asli diolah menjadi ragam produk berkualitas tinggi sehingga banyak diburu oleh kalangan pengusaha sampai pejabat daerah setingkat Gubernur.

jaket kulit garut domba asli

Pusat kerajinan jaket kulit Garut berlokasi di daerah Sukaregang. Bila Anda berkunjung ke Garut, dari terminal Guntur Garut Anda bisa naik angkot jurusan Sukaregang. Jaraknya tidak jauh dari pusat perbelanjaan Asia Dept Store di Pengkolan Garut. Hampir di sepanjang jalan Sukaregang terdapat showroom yang menjual aneka ragam kerajinan kulit berkualitas, mulai dari jaket kulit, topi kulit, tas, sarung tangan dan kerajinan kulit domba lainnya.

Jaket kulit domba Garut asli banyak diminati oleh masyarakat kalangan menengah ke atas, seperti pengusaha dan pejabat daerah setingkat Wali Kota dan Gubernur. Penjualan jaket kulit Garut juga tidak hanya di Indonesia, namun banyak pengrajin jaket kulit Sukaregang yang menerima pesanan dari negara tetangga seperti Malaysia.

Cara Membedakan Jaket Kulit Garut Asli dan Imitasi

Harga jaket kulit Sukaregang dari bahan domba asli kualitas super berkisar antara Rp. 900.000 hingga Rp. 2 juta rupiah per pieces. Bila Anda sedang mengunjungi tempat wisata di Garut, kemudian ada pedagang yang menawarkan harga jaket kulit Garut di bawah Rp. 400.000,- maka Anda perlu memeriksa keaslian jaket kulit tersebut.

Cara membedakan jaket kulit Garut asli dan imitasi adalah dengan membakar kulit tersebut sebentar. Api dihidupkan dan dikenakan sebentar ke produk kulit. Dari situ kelihatan apakah barang itu kulit asli atau bukan. Kulit asli kalau dibakar sebentar tidak apa-apa, kalau lama mengkerut. Kalau kulit imitasi ketika dibakar akan ngelotok.

Cara Merawat Jaket Kulit Domba Garut

Cara merawat jaket kulit domba Garut asli terbilang mudah dan tidak serumit yang dibayangkan. Pada dasarnya semua jenis jaket kulit tidak perlu dicuci, cukup direndam dalam air dan tidak perlu pakai detergen. Setelah direndam, jaket kulit domba Garut super jangan dijemur di bawah terik matahari langsung karena sengatan sinar matahari dapat merusak kulit. Cukup diangin-anginkan saja di tempat yang sejuk.

Untuk menghindari jamur, Anda bisa menyimpan jaket kulit di lemari kering sebab tempat yang tingkat kelembaban tinggi dapat mempercepat proses tumbuhnya jamur. Cara penyimpanannya pun tidak boleh dilipat seperti pakaian biasa, melainkan harus digantung.

Tertarik untuk memiliki jaket kulit Garut super? Silakan datang ke daerah Sukaregang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Atau bisa juga mengunjungi online shop yang menjual aneka ragam kerajinan kulit Garut.

Tentang Penulis: Husni Cahya Gumilar

Gambar Gravatar
CEO ZonaLibur.com. Pria kelahiran Banjarwangi Kabupaten Garut yang hobi jalan-jalan, menulis dan dengerin marawis. Intinya saya bukan selebritis.