Gunung Guntur Cagar Alam atau Taman Wisata Alam?

Zonalibur.com, Kebenaran mengenai status gunung Guntur sebagai cagar alam menjadi perbincangan di media sosial. Khusunya di kalangan pendaki gunung.

Sebagian pihak terus mensosialisasikan gunung guntur sebagai kawasan cagar alam yang ‘tidak boleh’ didaki. Sebagian lagi masih mempertanyakan, “Kalau Guntur benar Cagar Alam, kenapa pendakian tidak ditutup?”

Saya Pernah Mendaki Gunung Guntur?

Jujur saya sendiri pernah beberapa kali ke gunung Guntur. Pertama tahun 2000-an saat masih SMA, terakhir tahun 2018.

gunung guntur cagar alam
Doc. 2012
gunung guntur cagar alam
Doc. 2018

Diakui, saya suka mendaki gunung Guntur karena belum tahu kalau gunung Guntur Cagar Alam.

Rencananya libur lebaran 2019 juga mau naik Guntur, selain dekat biayanya relatif terjangkau. Tapi keburu membaca perbincangan mengenai status Gunung Guntur. Rencana itu akhirnya ditunda.

Gunung Guntur Cagar Alam atau Taman Wisata Alam?

Saya tidak punya kapasitas untuk menentukan apakah gunung Guntur cagar alam atau bukan. Tetapi jika membaca risalah kawasan gunung Guntur di website bbksda Jabar, diperoleh informasi bahwa:

Gunung Guntur merupakan kawasan hutan yang termasuk Hutan Gunung Guntur-Kamojang. Penunjukan menjadi Taman Wisata Alam berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor: 274/KptsII/1999 tanggal 7 mei 1999 tentang Perubahan Fungsi Sebagian Cagar Alam Kawah Kamojang-Gunung Guntur seluas 8.286 Ha menjadi Taman Wisata Alam seluas 250 Ha dan Hutan Lindung seluas 500 Ha, sedangkan sisanya 7.536 Ha masih tetap berfungsi sebagai Cagar Alam.

Menurut Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor: 274/KptsII/1999 tanggal 7 Mei 1999, Cagar Alam Kawah Kamojang – Gunung Guntur seluas 8.286 Ha. 250 Ha menjadi Taman Wisata Alam, 500 Ha Hutan Lindung dan sisanya 7.536 Ha masih tetap sebagai Cagar Alam.

gunung guntur cagar alam atau TWA

Lalu, mana yang termasuk area Taman Wisata Alam Gunung Guntur? Dari sumber yang sama di laman Bbksda Jabar.

Informasi Umum:

  • Taman Wisata Alam Gunung Guntur secara geografis terletak pada salah satu kaki Gunung Guntur, dengan koordinat antara 7o8’24’’ – 7o9’32’’ LS dan 107o52’15’’ – 107o53’38’’ BT.
  • Secara administratif Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Guntur berada di Kecamatan Tarogong Kaler, meliputi Desa Pasawahan, Kecamatan Banyuresmi, meliputi Desa Sukaraja, serta Kecamatan Leles, meliputi Desa Haruman.
  • Menurut klasifikasi iklim Schmidt dan Ferguson, kawasan ini termasuk tipe iklim B dengan curah hujan rata-rata per tahun 3.000 mm. Kelembaban udara berkisar antara 70 – 80% dan temperatur rata-rata 24-270C.
  • Gunung Guntur yang tergolong masih aktif dengan aktivitas vulkanik ini memiliki ketinggian 2.000 m dari permukaan laut dengan satu kawah yang terdapat di salah satu puncaknya. Gunung Guntur memiliki karakter bentang alam yang unik yaitu memiliki tiga bukit pada puncaknya, yang masing-masing bukitnya memiliki ketinggian (dari kaki gunung) 1000 m, 1200 m, dan 1300 m pada puncak paling tinggi. Gunung Guntur memiliki konfigurasi umum lahan bergunung dengan kemiringan lahan yang sangat curam.

Dari informasi di atas, jelas bahwa kawasan Taman Wisata Alam Gunung Guntur berada di koordinat antara 7o8’24’’ – 7o9’32’’ LS dan 107o52’15’’ – 107o53’38’’ BT.

Untuk mengetahui mana batas Cagar Alam dan Taman Wisata Alam Gunung Guntur secara nyata, perlu dibuktikan langsung di lapangan dengan pedoman peta kompas.

Namun untuk sekadar mengetahui gambaran umum, dapat dilihat di peta topografi nomor lembar peta 1208-641 Samarang dan 1642 Garut.

Jika ditarik garis lurus, pada peta RBI skala 25.000 NLP 1208-641 TWA Gunung Guntur berada di dalam koordinat 7o8’24’’ – 7o9’32’’ LS dan 107o52’15’’ – 107o53’38’’ BT ditunjukkan oleh garis warna merah.

Gunung Guntur Cagar Alam atau Taman Wisata

Dari gambar di atas bisa kita lihat, yang termasuk Taman Wisata Alam Gunung Guntur berada di bagian bawah. Sedangkan puncak gunung Guntur termasuk ke area Cagar Alam.

Apakah pos mana via jalur mana masuk CA atau TWA? silakan bisa lihat sendiri pada peta di atas.

Saya hanya mencoba membaca informasi koordinat Taman Wisata Alam Gunung Guntur pada peta RBI skala 25.000 NLP 1208-641.

Kalau mau beli peta RBI skala 25.000 NLP 1208-641 dan 1208-642 bisa dari koperasi Wanadri. Saya pernah beli peta via online dari koperasi Wanadri.

Apakah Pendakian Gunung Guntur Ditutup?

Sampai saat postingan ini dipublikasikan pada 17 Juni 2019, BELUM ada pengumuman resmi pendakian gunung Guntur ditutup.

Diketahui Gunung Guntur memiliki dua jalur pendakian; yaitu via Citiis dan Cikahuripan. Masing-masing jalur memiliki peminatnya masing-masing.

Kalau mematuhi aturan, memasuki kawasan Cagar Alam memang harus mengantongi surat izin masuk kawasan konservasi (SIMAKSI) dari BKSDA setempat.

Tetapi selama belum ada kejelasan dan ketegasan dari pihak berwenang, maka status cagar alam gunung Guntur bakal terus simpang siur dan terjadi pro kontra.

Semoga BKSDA Jawa Barat secepatnya bisa mengambil langkah tegas dan bijaksana untuk semua pihak.

Tentang Penulis: Husni Cahya Gumilar

Gambar Gravatar
CEO ZonaLibur.com. Pria kelahiran Banjarwangi Kabupaten Garut yang hobi jalan-jalan, menulis dan dengerin marawis. Intinya saya bukan selebritis.