Gagal Mendaki Gunung Guntur via Cikahuripan, Ini Penyebabnya

Mendaki gunung Guntur via Cikahuripan sudah saya rencanakan jauh-jauh hari. Sebelumnya saya belum pernah mendaki Guntur via jalur Cikahuripan, makanya penasaran mencoba jalur ini. Katanya jalur Cikahuripan merupakan jalur pendakian gunung Guntur paling bersahabat dan cepat tiba di puncak.

Jalur Guntur via Cikahuripan
Puncak 1 gunung Guntur

Gunung Guntur sendiri merupakan gunung tertinggi ketiga di Garut, setelah gunung Cikuray 2821 mdpl dan gunung Papandayan 2265 mdpl. Gunung ini disebut-sebut sebagai Mahameru-nya Garut, itu karena jalur pendakian menuju puncak gunung Guntur terdiri atas trek pasir. Selain Cikuray dan Papandayan, Guntur juga termasuk salah satu gunung favorit di Jawa Barat yang cukup banyak peminat.

Sabtu (10/2), saya bersama 6 orang lainnya yang terdiri atas 5 orang laki-laki (saya, Cecep Mulyana, Jejen, Andri dan Eka Gara) dan 2 perempuan (Neng Nuraeni dan Azizah) dari SMA Nusa Bangsa Banjarwangi fix akan mendaki gunung Guntur via Cikahuripan. Namun pemberangkatan yang dijadwalkan setelah shalat dzuhur terpaksa ditunda, alasannya karena sepeda motor kurang 1. Terpaksa, Eka Gara menggunakan motor cross jadul yang jarang saya pakai menempuh jarak jauh. Bukan dapur pacunya yang diragukan, tetapi motor itu tidak dipasangi lampu.

Jarak dari Banjarwangi – kaki gunung Guntur kurang lebih 50 km dengan waktu tempuh 2 jam berkendara. Sekira pukul 15.30 WIB kami berangkat. Direncanakan pukul 17.30 kami sudah sampai ti basecamp Guntur via Cikahuripan. Namun rencana gagal. Di Cikajang kami disambut hujan deras sehingga perjalanan ditunda hingga hujan reda.

Perjalanan malam pun benar-benar terjadi, untung saja kemampuan Eka Gara membawa motor ‘buta’ tak diragukan lagi. Ini memang bukan perilaku yang patut ditiru; melanggar aturan lalu lintas dan membahayakan keselamatan. Ini terpaksa kami lakukan karena dalam kondisi terdesak.

Pos GPJ Jalur pendakian guntur via Cikahuripan
Pos 1 GPJ jalur pendakian Guntur via Cikahuripan

Bertepatan dengan kumandang adzan Isya yang terdengar sayup-sayup, kami tiba di Pos I GPJ. Banyak security di situ. Berselang beberapa menit, security terus berdatangan. Rupanya sebentar lagi akan ada pergantian regu jaga.

Di Pos I GPJ, kami tidak diizinkan masuk ke Pos 2. Menurut salah seorang security, pintu masuk di Pos 2 ditutup setiap jam 5 sore dan akan dibuka lagi jam 6 pagi. Tak banyak nego, kami ikut aturan mereka demi kenyamanan bersama. Kami disarankan mendaki via basecamp Mang Ipin; masih jalur Cikahuripan, kata security GPJ basecampnya tidak jauh dari situ.

Setelah berunding dengan tim, kami batalkan pendakian gunung Guntur via Cikahuripan lalu melanjutkan berkendara ke basecamp Guntur via Citiis. Cerita jalur pendakian gunung Guntur via Citiis akan dishare dalam tulisan berikutnya, tetap di ZonaLibur.com.

Sebagai informasi buat kamu yang akan mendaki Guntur via Cikahuripan, datanglah ke Pos 1 GPJ sebelum jam 5 sore. Jika tidak, nasibmu kurang lebih akan seperti saya. Kecuali kalau masuk via basecamp Mang Ipin.

Arah menuju Pos 1 GPJ, dari alun-alun Tarogong belok kanan. Beberapa puluh meter dari bundaran alun-alun Tarogong, terdapat persimpangan jalan menuju arah Rancabango. Lurus saja, setelah di Rancabango kamu bisa memakai GPS (gunakan penduduk setempat) untuk menunjukkan basecamp gunung Guntur via Cikahuripan.

Selamat mendaki!

Tentang Penulis: Husni Cahya Gumilar

Gambar Gravatar
CEO ZonaLibur.com. Pria kelahiran Banjarwangi Kabupaten Garut yang hobi jalan-jalan, menulis dan dengerin marawis. Intinya saya bukan selebritis.