Fenomena Salju di Gunung Bromo, Ini Foto-fotonya

Zonalibur.com, Selain di Dataran Tinggi Dieng atau Dieng Plateaeu, ternyata fenomena embun salju juga menyelimuti kawasan gunung Bromo. Dikabarkan fenomena salju di gunung Bromo dapat disaksikan mulai jam 12 malam hingga jam 6 pagi.

Sedangkan pemandangan salju di Bromo paling bagus bisa dilihat antara pukul 5 – 6.

Baca juga: Foto-foto embun salju di Dataran Tinggi Dieng yang menakjubkan

Seperti diberitakan beberapa media, fenomena es di gunung Bromo yang baru-baru ini menghebohkan dunia wisata nasional diakibatkan oleh suhu dingin sampai di bawah 0 derajat celcius.

Butiran salju di Bromo
Butiran salju di Bromo Foto Agung Bromo

Dari TV One kemarin malam, suhu dingin di berbagai daerah di tanah air disebabkan oleh angin muson yang bertiup dari Australia. Puncak musim kemarau diprediksi sampai bulan Agustus 2019.

Suhu pada musim kemarau tahun ini memang begitu dingin. Tidak hanya di gunung Bromo, suhu dingin juga dirasakan di Garut, kota kecil tempat saya dilahirkan.

Baca juga: 3 Gunung di Garut yang populer dan sering didaki

Oh iya, maaf OOT. Sekadar informasi buat para pendaki, salah satu gunung di Garut yaitu gunung Guntur statusnya sekarang menjadi kontroversi. Baca ulasannya apakah gunung Guntur cagar alam atau TWA?

Baik, kembali ke topik pembahasan utama yaitu tentang fenomena salju di gunung Bromo.

Fenomena salju di gunung Bromo
Fenomena salju di gunung Bromo via Youtube

Adanya salju di gunung Bromo dan Dieng Plateu ini, menjadi solusi dari Tuhan Yang Maha Kuasa bagi wisatawan nusantara yang ingin melihat tempat wisata bersalju. Kita tidak perlu jauh-jauh pergi ke Eropa karena di Indonesia juga ada tempat wisata bersalju yang sangat bagus.

Namun bukan berarti tidak boleh jalan-jalan ke luar negeri lho ya. Kalau waktos (waktu) dan artos (duit) mah silakan saja.

Penasaran seperti apa foto-foto salju di gunung Bromo? langsung saja cek di bawah ini.

Salju di gunung bromo
Embun menyelimuti dedaunan di Bromo Foto Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Butiran embun yang mengkristal menjadi es sekilas seperti salju. Embun yang membasahi dedaunan dan hamparan pasir Gunung Bromo membeku. Butiran embun tersebut mengkristal sehingga menyelimuti dedaunan, pasir pun seperti membeku.

Embun salju di gunung bromo
Embun salju di gunung Bromo Foto Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Dikabarkan oleh beberapa media, fenomena salju di gunung Bromo ini muncul setiap tahun pada awal musim kemarau. Butiran es atau disebut juga bun upas disebabkan oleh penurunan suhu yang sangat ekstrem.

Embun Upas di Bromo
Embun Upas di Bromo via inews.id

Fenomena embun upas di kawasan gunung Bromo ini terjadi setiap tahun, pada musim kemarau akibat penurunan suhu udara.

Mengutip dari trubus.id, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin menyatakan, penurunan suhu yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia saat ini tidak ada kaitannya dengan fenomena aphelion. Aphelion sendiri merupakan fenomena dimana bumi berada pada titik terjauh matahari, yang biasa terjadi di Bulan Juli.

Menurutnya, suhu udara saat ini dipengaruhi oleh distribusi panas di bumi akibat perubahan tahunan posisi matahari, di mana saat ini posisi matahari berada di belahan bumi utara. Sehingga, belahan bumi selatan mengalami musim dingin.

Sementara itu, Kepala Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Harry Tirto Djatmiko mengungkapkan, penurunan suhu tersebut terjadi karena Indonesia mendapatkan pengaruh aliran massa dingin dari Australia yang biasa terjadi di bulan Juli hingga Agustus.

Satu sisi, fenomena frozen di Bromo ini menjadi daya tarik bagi wisatawan. Banyak wisatawan yang penasaran ingin menyaksikan indahnya salju di gunung Bromo.

Tapi di sisi lain, embun upas ini membuat di sekitar gunung Bromo was-was. Tanaman yang sudah terkena embun salju susah diselamatkan. Ketika sudah terkena, harus disiram air. Itu pun harus sebelum matahari terbit, dikutip dari surya.co.id. (24/6).

Tentang Penulis: Husni Cahya Gumilar

Gambar Gravatar
CEO ZonaLibur.com. Pria kelahiran Banjarwangi Kabupaten Garut yang hobi jalan-jalan, menulis dan dengerin marawis. Intinya saya bukan selebritis.