Ranu Kumbolo, Surga di Kaki Gunung Semeru

Ranu Kumbolo adalah sebuah danau air tawar dengan luas sekitar 15 hektare yang berada di pegunungan Tengger, kaki gunung Semeru antara Kabupaten #Malang dan Kabupaten #Lumajang, #Jawa Timur. Danau ini terletak di ketinggian 2.400 mdpl, airnya yang berlimpah menjadi sumber air bersih bagi para pendaki. Ranu Kumbolo juga sering menjadi tempat berkemah pendaki gunung Semeru.

Simak juga : Gunung Guntur, Semeru di Tanah Garut

Bagi pecinta alam dan pendaki gunung, Ranu Kumbolo sudah tidak asing lagi. Di #danau yang mempesona ini mereka transit sebelum melanjutkan pendakian ke Mahameru, puncak tertinggi pulau Jawa.

Ranu Kumbolo semakin populer dan menjadi destinasi favorit wisatawan dan pendaki, terlebih setelah tempat ini diangkat dalam film layar lebar “5 CM” yang heboh dan sangat fenomenal. Sehingga banyak orang yang ketularan menjadi pecandu ketinggian.

Pesona dan Keunikan Ranu Kumbolo

Di Ranu Kumbolo kita bisa mendirikan tenda dan berkumpul dengan pendaki lainnya. Keindahan Ranu Kumbolo yaitu ketika menyaksikan matahari terbit dan muncul perlahan di antara dua bukit hijau.

Saat sore tiba, kabut mulai turun menyelimuti air danau yang bening. Saat malam hari suhu udara di sini bisa mencapai minus 5 derajat celcius, kalau cuaca sedang cerah kita bisa melihat gugusan bintang yang indah. Lelahnya perjalanan menuju Ranu Kumbolo akan terbayar dengan keindahan alamnya yang menakjubkan.

Ranu Kumbolo

Di Ranu Kumbolo terdapat tugu peringatan pendaki yang meninggal saat menuju puncak Mahameru dan terdapat pula prasasti peninggalan kerajaan Majapahit.

Tidak jauh dari Ranu Kumbolo terdapat tanjakan menuju sebuah bukit, tanjakan itu dinamakan tanjakan cinta. Konon jika kita berhasil mendaki tanjakan cinta sambil membayangkan orang yang kita cintai tanpa menoleh ke belakang maka apa yang kita hidup bahagia bersamanya.

Air di Ranu Kumbolo sangat bersih dan jernih sehingga bisa langsung diminum. Namun berbeda dengan apa yang kita lihat di film 5 CM, sebenarnya pendaki tidak diperbolehkan berenang dan buang air di danau ini.

Jangan lupa membawa kantong plastik sendiri untuk membuang sampah agar keindahan Ranu Kumbolo tetap terjaga.

Baca juga : Situ Bagendit, Danau Cantik dan Memukau di Kota Intan

Persiapan sebelum ke Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo berada di ketinggian 2.400 mdpl suhunya akan sangat dingin, apalagi di malam hari dan di musim panas. Oleh karena itu sebelum camping di kawasan Ranu Kumbolo kita harus mempersiapkan peralatan dan perlengkatan mendaki lengkap mulai dari alas kaki hingga penutup kepala, persiapan mental dan fisik yang prima.

Sebelum melakukan perjalanan wisata ke Ranu Kumbolo, wisatawan disarankan untuk latihan fisik seperti joging, lari atau olah raga lain yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, karena perjalanan wisata ke Ranu Kumbolo merupakan perjalanan yang cukup berat.

Sebelum berangkat ke Ranu Kumbolo, kita harus diperiksa ke dokter dan membuat surat keterangan sehat. Suat keterangan sehat dari dokter tersebut dilampirkan bersama foto kopi KTP 3 lembar dan diserahkan di pos pendaftaran Ranupani.

Akses ke Ranu Kumbolo

Dari Probolinggo atau Lumajang naik bus jurusan Kencong atau Ambulu, turun di Kota Baru atau Klojen. Dari situ naik angkutan kota jurusan Senduro, turun di pasar Senduro. Dari pasar Senduro ke Ranupani kita bisa menyewa mobil jeep.

Ranupani merupakan desa terakhir sebelum mendaki #gunung Semeru. Di sini terdapat pos pendaftaran, warung dan penginapan. Untuk keamanan dan keselamatan pendaki harus melakukan pendaftaran sambil menyerahkan dokumen surat keterangan sehat dan foto kopi KTP di pos Ranupani. Tiket Masuk ke Ranu Kumbolo kurang lebih Rp. 10.000 per orang dan Rp. 20.000 per tenda.

Untuk sampai di Ranu Kumbolo kita bisa menempuh salah satu dari dua jalur yang tersedia, yaitu melalui Watu Rejeng dan Bukit Ayek-ayek. Jalur Watu Rejeng lebih mudah ditempuh namun akan menghabiskan waktu yang lebih lama. Sedangkan jalur Bukit Ayek-ayek jalannya curam dan cukup berbahaya tapi waktu tempuhnya jauh lebih cepat.

Dari Pos Ranu Pani ke Watu Rejeng kita akan jalan kaki melewati lereng bukit yang ditumbuhi tanaman langka bunga edelweiss. Perjalanan ke Ranu Kumbolo lewat jalur Watu Rejeng akan disuguhi pemandangan lembah dan bukit cemara yang sangat indah. Perjalanan ini membutuhkan waktu 5 hingga 7 jam.

Selamat mendaki!

Tentang Penulis: Husni Cahya Gumilar

Gambar Gravatar
CEO ZonaLibur.com. Pria kelahiran Banjarwangi Kabupaten Garut yang hobi jalan-jalan, menulis dan dengerin marawis. Intinya saya bukan selebritis.