Pesona Goa Jatijajar dengan Berbagai Keistimewaannya

By Categories : Wisata Alam

Selain terkenal dengan tempat wisata pantai, wisata alam, wisata kuliner, dan wisata air, di Kebumen juga terkenal sebagai daerah tujuan wisata goa di Jawa Tengah. Salah satu goa yang terkenal dan dijadikan tempat wisata yaitu Goa Jatijajar. Tekstur alam dalam goa, stalaktit, stalagmit, dan aneka bentuk bebatuan lain yang ada sangat indah.

Goa Jatijajar ini adalah sebuah situs geologi yang terbentuk dari proses alamiah, yang terletak di desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Goa yang keseluruhannya terbentuk dari kapur ini memiliki panjang 250 meter, dari pintu masuk sampai keluar dengan lebar rata-rata 15 meter dan tinggi rata-rata 12 meter. Lokasi goa ini berada 50 meter di atas permukaan laut. Goa Jatijajar merupakan salah satu objek pariwisata andalan di Kabupaten Kebumen.

Gua Jatijajar Kebumen

Gua Jatijajar Kebumen via alkhoiriyah.com

Konon kabarnya bahwa sejarah Goa Jatijajar  ini ditemukan oleh seorang petani yang memiliki tanah di atas Goa tersebut yang bernama Jayamenawi. Kisah penemuan Goa Jatijajar berawal pada saat Jayamenawi sedang mengambil rumput, kemudian dia jatuh ke sebuah lobang. Setelah terbangun dari jatuhnya, dia melihat ke sekeliling, lalu melihat ke atas, dan ternyata di atas ada sebuah lobang ventilasi yang ada di langit-langit Goa tersebut. Lobang ini mempunyai garis tengah 4 meter dan tinggi dari tanah yang berada di bawahnya sekitar 24 meter.

Pada mulanya pintu-pintu Goa masih tertutup oleh tanah, maka setelah tanah yang menutupi dibongkar dan dibuang untuk mencari pintu keluar, ketemulah pintu Goa yang sekarang digunakan sebagai pintu masuk Goa Jatijajar. Karena di depan pintu Goa tersebut ada dua pohon jati yang besar dan tumbuh sejajar (bukan pohon Jenitri Kebumen), maka goa tersebut akhirnya diberi nama Goa Jatijajar.

Kemudian pada tahun 1975 Goa Jatijajar mulai dibangun dan dikembangkan menjadi Objek Wisata. Ide tersebut berawal dari Gubernur Jawa Tengah waktu itu, Bapak Suparjo Rustam sewaktu. Setelah Goa Jatijajar dibangun, maka pengelolaan obyek wisata Goa Jatijajar ini dipegang oleh Pemda Kebumen.

Sejak Goa Jatijajar dibangun, di dalam Goa Jatijajar sudah ditambah dengan bangunan-bangunan seni yaitu pemasangan lampu listrik sebagai penerangan, ornamen goa, trap-trap beton untuk memberikan kemudahan bagi para wisatawan yang masuk ke dalam Goa Jatijajar, serta pemasangan patung-patung atau diorama.

Salah satu diaroma yang ada di dalam Goa Jatijajar ini adalah diaroma legenda Lutung Kasarung. Diaroma tersebut merupakan wujud visualisasi dari legenda yang berkembang di masyarakat mengenai Goa Jatijajar. Konon, Goa Jatijajar dahulunya merupakan tempat bersemedi Raden Kamandaka yang kemudian mendapatkan wangsit. Cerita Raden Kamandaka ini kemudian terkenal dengan Legenda Lutung Kasarung.

Banyak keistimewaan yang ditawarkan dari obyek wisata Goa Jatijajar. Di dalam goa tersebut terdapat sungai bawah tanah yang masih aktif. Ada juga dua sendang, yakni Sendang Kantil dan Sendang Mawar. Di dua sendang yang bisa didekati pengunjung itu masih dipercaya bisa membuat awet muda bagi yang mau membasuh muka dengan air sendang itu.

Aliran air dari Sendang Mawar melewati lubang sempit hingga tembus luar goa. Namun pada dasar Sendang Kantil dijumpai lubang sempit memanjang, sehingga menelusuri goa itu harus melalui penyelaman. Masih ada lagi dua sendang, yakni Sendang Jombor dan Puserbumi. Kedua sendang ini dikeramatkan. Hanya dengan izin pengelola, lorong goa itu baru boleh dilalui.

Baca juga: Pesona dan Keindahan Gua Petruk Kebumen

Sekian ulasan mengenai objek wisata kali ini. Selamat berlibur!

Pesona Goa Jatijajar dengan Berbagai Keistimewaannya | Elsan Nasrillah | 4.5