Orangutan Kalimantan, Pongo yang Terancam Punah di Pulau Borneo

Orangutan Kalimantan, Pongo yang Terancam Punah di Pulau Borneo – Orangutan Kalimantan atau pongo pygmaes termasuk ke dalam genus pongo. Satwa langka ini merupakan spesies endemik pulau #Borneo atau #Kalimantan. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Bornean Orangutan artinya Orangutan Borneo. Orangutan kalimantan terdiri atas 3 subspesies yaitu Pongo pygmaeus morio, Pongo pygmaeus pygmaeus, dan Pongo pygmaeus wurmbii.

Ciri-ciri Orangutan Kalimantan

Ciri-ciri Orangutan Kalimantan tidak jauh berbeda dengan saudaranya, Orangutan #Sumatera. Orangutan jantan mempunyai berat tubuh sekitar 50 – 100 kg sedangkan betina sekitar 30-50 kg dengan tinggi rata-rata 1,5 meter. Lengan panjang dan kuat sedangkan kakinya pendek, memiliki bulu berwarna coklat kemerahan dan tidak berekor.

Orangutan Kalimantan termasuk binatang omnivora yang gemar makan buah, dedaunan, kulit pohon, bunga, telur burung, serangga, dan vertebrata kecil lainnya. Spesies endemik endemik kalimantan ini aktif di siang hari dan berkomunikasi dengan suara.

Populasi dan penyebaran Orangutan Kalimantan

Populasinya diperkirakan ada 45.000 sampai 69.000 ekor (Caldecott and Miles, 2005). Binatang endemik langka ini diantaranya terdapat di Taman Nasional Betung Kerihun sebanyak 2.000 ekor, Taman Nasional Danau Sentarum sebanyak 500 ekor, Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya sebanyak 175 ekor, Taman Nasional Gunung Palung sebanyak 2.500 ekor, dan di Bukit Rongga & Parai sebanyak 1.000 ekor.

Habitat asli hewan endemik Kalimantan adalah di rimba. Subspesies pongo pygmaeus pygmaeus bisa ditemukan di Serawak, Malaysia serta di sisi barat laut Kalimantan. Subspesies pongo pygmaeus wurmbii ada di selatan kalimantan barat. Sedangkan subspesies pongo pygmaeus morio terdapat di Kalimantan Timur dan Sabah, Malaysia.

orang utan kalimantan

Orangutan Kalimantan, Pongo yang Terancam Punah di Pulau Borneo

Meskipun populasi Orangutan Kalimantan jumlah lebih banyak dibandingkan dengan Orangutan Sumatera. Namun bukan berarti Orangutan Kalimantan terbebas dari ancaman kepunahan. Sejak tahun 1994, IUCN redlist memasukkan Orangutan Kalimantan dalam status konservasi #Critically Endangered (terancam) dan masuk dalam daftar #Appendix I CITES sebagai binatang yang tidak boleh diperdagangkan. Pemerintah Indonesia juga telah memasukkan spesies ini sebagai satwa yang dilindungi.

Mengenaskan, pada bulan Agustus 2012 Kantor Berita Antara merekam gambar Orangutan di Kalimantan Barat yang sedang sekarat sambil menutupi wajahnya dengan luka bakar karena jatuh dari pohon yang dibakar oleh penduduk yang mengusirnya dari kebun mereka.

Padahal turunnya Orangutan ke perkebunan warga akibat dari ulah manusia sendiri, habitat mereka dialih fungsikan menjadi lahan perkebunan hingga mereka kesulitan mencari makan. Seperti halnya sawah dan ladang kita yang dijadikan mall dan perkantoran, kita harus mencari makanan di tempat lain.

Populasi Orangutan kalimantan jumlahnya terus mengalami penurunan akibat rusaknya rimba belantara sebagai habitat asli mereka dan perburuan liar. Kebakaran hutan dan pembalakan liar telah mempersempit kawasan hutan, sehingga selain populasi satwa liar terancam punah juga menimbulkan bencana bagi manusia itu sendiri seperti longsor, banjir dan kekeringan.

Alam bukan warisan dari nenek moyang, melainkan titipan dari anak cucu yang harus dikembalikan dengan utuh. Jangan lupa, simak juga Bekantan, Primata Hidung Panjang dari Kalimantan. Salam lestari!

Orangutan Kalimantan, Pongo yang Terancam Punah di Pulau Borneo | Husni Cahya Gumilar | 4.5
Leave a Reply