Mitos dan Tragedi di Balik Keindahan Tanjakan Cinta Gunung Semeru

Mitos dan Tragedi di Balik Keindahan Tanjakan Cinta Gunung Semeru – Bagi sobat pendaki gunung atau pecinta alam, nama Tanjakan Cinta pasti sudah tidak asing lagi. Tanjakan Cinta, yaitu sebuah tanjakan menuju puncak bukit di sebelah barat danau Ranu Kumbolo di lereng gunung Semeru.

Ranu artinya danau, sedangkan Kumbolo artinya berkumpul, jadi Ranu Kumbolo mengandung arti tempat berkumpul. Danau ini memiliki ketinggian 2.400 mdpl, berada di lereng gunung Semeru dengan luas sekitar 14 hektare. Sebelum melanjutkan pendakian ke puncak gunung Semeru atau Mahameru, pendaki biasanya beristirahat dan berkumpul di Ranu Kumbolo.

Silakan baca : Ranu Kumbolo, Surga di Kaki Gunung Semeru

Tidak jauh dari danau Ranu Kumbolo, tepatnya di sebelah barat terdapat bukit yang menjulang tinggi. Bukit ini akan dilewati oleh pendaki yang menuju ke puncak Mahameru, tanjakannya landai namun cukup panjang.


tanjakan cinta ranu kumbolo

Tanjakan ini menyimpan kisah tragedi yang memilukan, yaitu kisah pendaki perempuan yang tewas akibat kelelahan lalu pingsan dan terguling. Konon ada dua sejoli yang mendaki #gunung Semeru, dikisahkan mereka berdua sudah bertunangan. Saat berjalan di tanjakan ini, lelakinya asyik berjalan di depan sambil foto-foto. Sedangkan perempuannya sudah sangat kelelahan dan tiba-tiba pingsan, kemudian terguling hingga tewas. Karena tragedi itulah, tanjakan ini dinamakan Tanjakan Cinta.

Jika dilihat dari bentuknya, bukit yang berada di antara jalan Tanjakan Cinta memang berbentuk hati. coba perhatikan gambar di bawah ini.

tanjakan cinta gunung semeru

Tidak bisa ditampik, Tanjakan Cinta menyimpan sejuta pesona dan keindahan. Panorama alam yang disuguhkan di lokasi ini sangat menakjubkan. Dari atas bukit kita bisa menyaksikan danau Ranu Kumbolo yang jernih dan bersih diselimuti kabut.

Namun di balik keindahannya, Tanjakan Cinta juga menyimpan mitos yang sangat terkenal yaitu barang siapa yang bisa terus berjalan tanpa berhenti hingga di atas bukit dan tanpa menoleh ke belakang, jika sedang jatuh cinta akan berakhir bahagia.

Beberapa sumber menyebutkan jika kita melewati Tanjakan Cinta sambil membayangkan orang yang kita cintai maka kita akan hidup bahagia bersamanya. Mitos yang berkembang ini diyakini lahir dari kisah tragedi yang menimpa dua sejoli tadi.

Terlepas tragedi dan mitos itu benar atau tidak, yang jelas Tanjakan Cinta di Ranu Kumbolo menyimpan sejuta keindahan yang tidak boleh dilewatkan dalam mengisi waktu liburan.

Tentang Penulis: Husni Cahya Gumilar

Gambar Gravatar
CEO ZonaLibur.com. Pria kelahiran Banjarwangi Kabupaten Garut yang hobi jalan-jalan, menulis dan dengerin marawis. Intinya saya bukan selebritis.