Menilik Benda Pusaka Museum Prabu Geusan Ulun

Museum Prabu Geusan Ulun terletak di Jalan Prabu Geusan Ulun No. 40 Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Di dalam Museum Prabu Geusan Ulun ini tersimpan ratusan benda bersejarah dan pusaka milik leluhur peninggalan Kerajaan Sumedang Larang. Benda-benda pusaka bersejarah milik para Raja Sumedang tersebut disimpan di Yayasan Pangeran Sumedang sejak 1955.

Awalnya, museum ini diberi nama Museum Yayasan Pangeran Sumedang. Museum ini dikelola langsung oleh Yayasan Pangeran Sumedang. Selanjutnya, nama museum berubah menjadi Museum Prabu Geusan Ulun. Nama ini diambil dari raja terakhir yang memerintah Kerajaan Sumedang Larang dari tahun 1578-1601, yaitu Prabu Geusan Oeloen.

Telusuri Sejarah Sumedang di Museum Prabu Geusan Ulun

Museum Prabu Geusan Ulun via Tempo.co

Museum Prabu Geusan Ulun dikelilingi tembok/dinding berwarba putih setinggi 2,5 meter yang dibangun pada 16 Agustus 1979. Halaman Museum memiliki luas 1,88 Ha yang diperindah dengan taman dan pohon-pohon langka. Bangunan Museum Prabu Geusan Ulun berdampingan dengan Gedung Bengkok atau Gedung Negara dan berhadapan dengan Gedung-gedung Pemerintah. Museum Prabu Geusan Ulun ini bukan merupakan satu bangunan, melainkan sebuah komplek yang terdiri dari beberapa bangunan yaitu sebagai berikut.

Gedung Srimanganti

Gedung ini kental akan arsitekstur Belanda. Didirikan tahun 1706 pada masa pemerintahan Dalem Adipati Tanumaja dari tahun 1706 – 1709. Sejak itu Srimanganti dijadikan tempat tinggal dan kantor oleh para bupati tempo dulu. Sekarang gedung ini, menyimpan koleksi mengenai raja-raja dan bupati yang pernah memimpin Sumedang. Informasi mengenai siapa-siapa saja yang pernah memimpin Sumedang cukup lengkap di sini.

Gedung Bumi Kaler

Dari namanya saja sudah bisa ditebak yakni rumah di sebelah utara. Gedung ini didirikan pada tahun 1850, masa pemerintahan Pangeran Soeria Koesoemah Adinata (Pangeran Soegih) dari tahun 1836 – 1882. Bumi Kaler keseluruhannya terbuat dari kayu jati dan bentuk tiangnya khas rumah orang Sunda. Dengan ruangan-ruangan dan kamar-kamar yang luas dan jendela serta pintunya tinggi. Sekarang bangunan ini menyimpan naskah-naskah kuno Sumedang. Kebanyakan naskah berbasaha Arab.

Gedung Gendeng

Gedung ini didirikan pada tahun 1850 dan dipugar tahun 1950. Gedung tersebut aslinya dibuat dari lantai merah, dinding bilik, tiang kayu jati dan atap genting. Di dalamnya tersimpan banyak pusaka pada zaman dahulu seperti keris, kujang, tombak, dan sebagianya. Di gedung ini juga terdapat senjata meriam kolonial Belanda dalam berbagai bentuk. Semua koleksi pusaka di museum “dicuci” pada bulan Rabiul Awal atau Maulud. Karena saking banyaknya benda pusaka yang “dicuci”, ritual ini berlangsung selama tujuh hari berturut-turut. Hal tersebut dilakukan bukan semata karena kebersihan, tapi lebih kepada pelestarian budaya tradisi para leluhur yang berlangsung turun temurun dari zaman dulu.

Gedung Gamelan

Gedung ini didirikan pada tahun 1973 oleh Pemerintah Daerah Sumedang yang merupakan sumbangan dari Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Bapak H. Ali Sadikin. Gedung ini menyimpan koleksi alat musik kuno Sumedang, kebanyakan gamelan. Gamelan-gamelan ini tidak hanya dibuat di Jawa Barat saja tetapi ada juga yang dibuat di Thaialnd. Setiap minggunya ada kelompok sanggar anak-anak yang berlatih memainkan musik di sini.

Gedung Pusaka Khusus

Di dalam gedung ini terdapat mahkota yang dipakai oleh raja Sumedang dahulu kala. Di sini juga tersimpan koleksi pusaka tujuh. Pusaka tujuh terdiri dari tujuh buah senjata yang bervariasi bentuk dan ukurannya.

Gedung Kereta

Gedung ini dibangun pada akhir tahun 1996. Di sini tersimpan kereta yang biasa dipakai oleh para raja dan bupati kala itu. Kereta-kereta ini dulunya ditarik oleh manusia. Namun sayang kareta ini sudah tidak berfungsi lagi, hanya sebagai pajangan saja.

Untuk dapat mengunjungi Museum Prabu Geusan Ulun ini relatif mudah, karena letaknya berada di jantung Kota Sumedang dan berdekatan dengan pusat pemerintahan Kabupaten Sumedang. Jarak dari Kota Bandung sampai ke lokasi Museum Prabu Geusan Ulun adalah 45 km, sedangkan dari Cirebon adalah 85 km.

Demikianlah ulasan mengenai Museum Prabu Geusan Ulun. Cukup menarik bukan? Maka dari itu, pastikan obyek wisata ini menjadi salah satu referensi liburan anda selanjutnya. Selamat berlibur!

Menilik Benda Pusaka Museum Prabu Geusan Ulun | Elsan Nasrillah | 4.5