Mengenal Rute dan Jalur Pendakian Gunung Semeru

Mengenal rute dan jalur pendakian Gunung Semeru – Tidak dapat dipungkiri bahwa olahraga naik gunung atau mendaki gunung belakangan ini semakin populer dan digemari remaja, pelajar dan mahasiswa. Alasan orang mendaki gunung juga bermacam-macam, ada yang naik gunung karena hobi, ikut-ikutan atau sekedar coba-coba. Semua sah-sah saja, yang penting tidak merusak lingkungan dan tetap mengutamakan keselamatan.

Baca juga : Daftar Perlengkapan dan Peralatan Mendaki Gunung

Gambaran umum gunung Semeru

jalur pendakian gunung semeru
Image : wikipedia

Salah satu gunung yang sangat diminati pendaki adalah #Gunung Semeru, yaitu gunung tertinggi di pulau Jawa yang terletak di #Malang, #Jawa Timur. Puncaknya dikenal dengan nama Mahameru dan memiliki ketinggian 3.676 mdpl. Gunung Semeru termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), satu komplek dengan Gunung Bromo (2.392 mdpl), Gunung Batok (2.470 mdpl), Gunung Kursi (2.581 mdpl), Gunung Watangan (2.662 mdpl) dan Gunung Widodaren (2.650 mdpl).

Di kawasan Gunung Semeru terdapat danau atau ranu, yaitu Ranu Pani, Ranu Regulo, #Ranu Kumbolo dan Ranu Darungan. Danau yang sangat terkenal dan memiliki keindahan alam luar biasa adalah Ranu Kumbolo.

Pohon-pohon yang tumbuh di kawasan gunung Semeru di antaranya cemara, akasia, pinus dan jenis jamuju. Selain pepohonan tersebut, tumbuh juga jenis flora berupa kirinyuh, alang-alang, tembelekan, harendong, edelwiss putih dan lavender.

Hutan gunung Semeru yaitu hutan dipterokarp bukit, hutan dipterokarp atas, hutan montane, dan hutan ericaceous atau hutan gunung. Di sini hidup beberapa jenis fauna seperti macan kumbang, budeng, luwak, kijang, kancil, dan lain-lain.

Gunung yang memiliki mitos sebagai paku pulau Jawa dan tempat bersemayamnya Dewa Shiwa ini memiliki kawah yang disebut Kawah Jonggring Saloka. Dari atas puncak Mahameru, pendaki dapat menyaksikan view Gunung Bromo, Argopuro, Raung, Arjuno, Welirang dan Lawu.

Transfortasi menuju ke gunung Semeru

  • Dari Malang: Terminal Malang/ Stasiun Malang >> Pasar Tumpang >> Desa Jemplang >> Desa Ranu Pani
  • Dari Probolinggo: Terminal Probolinggo >> Sukapura >> Desa Jemplang >> Desa Ranu Pani
  • Dari Pasuruan: Menuju Simpang Dengklik >> Jalur sama seperi Probolinggo

Jarak dan waktu tempuh pendakian gunung Semeru

Jalur Pendakian Jarak Tempuh Waktu Tempuh
Ranupani – Landengan Dowo 3 km 1,5 jam
Landengan Dowo – Watu Rejeng 3 km 1,5 jam
Watu Rejeng – Ranu Kumbolo 4,5 km 2 jam
Ranu Kumbolo – Oro-Oro Ombo 1 km 30 menit
Oro-Oro Ombo – Cemoro Kandang 1,5 km 30 menit
Cemoro Kandang – Jambangan 3 km 30 menit
Jambangan – Kalimati 2 km 30 menit
Kalimati – Arcopodo 1,2 km 2,5 jam
Arcopodo – Cemoro Tunggal – Puncak Mahameru 1,5 km 3 – 4 jam

Perijinan dan persyaratan mendaki gunung Semeru

Pendaki yang akan naik gunung Semeru wajib mengurus perijinan di TNBTS. Tujuannya untuk memudahkan pengawasan jumlah pendaki dan memudahkan menghubungi keluarga apabila terjadi musibah.

  1. Calon pendaki gunung Semeru wajib melengkapi persyaratan-persyaratan sebagai berikut:
  2. Fotocopy kartu identitas yang masih berlaku sebanyak 2 lembar;
  3. Mengisi biodata semua peserta pendakian;
  4. Surat keterangan sehat dari dokter/ rumah sakit;
  5. Membayar tiket masuk, asuransi dan surat ijin pendakian;
  6. Mengisi buku tamu;
  7. Mengisi formulir daftar barang bawaan setiap anggota tim.

Rute atau Jalur Pendakian gunung Semeru

Bagi pendaki yang menggunakan jasa kerata api, dari Stasiun Kota Baru Malang naik angkutan kota AMG, ADL selama 15 menit turun di terminal Arjosari Malang. Dari terminal Arjosari, pendaki dapat naik angkot warna putih jurusan Tumpang-Arjosari selama 45 menit, turun di terminal pasar Tumpang. Dari pasar Tumpang perjalanan dilanjutkan dengan naik Jeep / truk engkel pengangkut sayuran ke Ranu Pani selama 2 jam dengan biaya Rp. 30.000,- per orang atau carter Rp 450.000,-/jeep.

Ranu Pani merupakan desa terakhir di kaki gunung Semeru, letaknya berada di ketinggian 2.200 mdpl. Di sini terdapat dua buah danau (ranu), yakni Ranu Pani seluas 1 hektare dan Ranu Regulo seluas 0,75 hektare.

Di Ranu Pani juga terdapat pos penjagaan, warung dan tempat penginapan. Di pos ini, pendaki yang membawa tenda dikenakan biaya Rp. 20.000,- per tenda, dan jika membawa kamera dikenakan biaya sebesar Rp. 5.000 per kamera.

Jika menginginkan, di sekitar pos pemeriksaan Ranu Pane juga pendaki bisa meminta bantuan warga lokal untuk menjadi porter yang siap membawakan barang sekaligus menunjukkan jalur pendakian. Namun jika tidak, sobat lanjutkan perjalanan menuju Ranu Kumbolo.

Jalur Pendakian Ranu Pane – Ranu Kumbolo

jalur pendakian gunung semeru ranu kumbolo
Credit Image

Jalur yang sering digunakan pendaki dari Ranu Pani – Landengan Dowo – Watu Rejeng – Ranu Kumbolog. Jalur ini lebih mudah dan aman dilalui dibanding jalur Ayek-ayek. Jalur Watu Rejeng membutuhkan waktu tempuh 4 – 5 jam perjalanan.

Sedangkan jalur Ayek-ayek merupakan jalur pintas yang biasa digunakan oleh pendaki lokal. Jalurnya curam dan cukup berbahaya. Jalur ayek-ayek juga berujung di Ranu Kumbolo.

Silakan baca : Ranu Kumbolo, Surga di Kaki Gunung Semeru

Tidak jauh dari Ranu Kumbolo, tepatnya di sebelah barat terdapat bukit yang menjulang tinggi. Bukit ini merupakan jalur pendakian gunung Semeru dan akan dilewati oleh pendaki yang menuju ke puncak Mahameru, tanjakannya landai namun cukup panjang. Tanjakan ini dinamakan Tanjakan Cinta.

Baca juga : Mitos dan Tragedi di Balik Keindahan Tanjakan Cinta Gunung Semeru

Sebelum meninggalkan Ranu Kumbolo, sebaiknya kita menyiapkan air sebanyak mungkin karena persediaan air di Kalimati jaraknya lumayan jauh.

Jalur Pendakian Ranu Kumbolo – Kalimati

Jalur pendakian dari Ranu Kumbolo menuju Kalimati akan melewati Tanjakan Cinta, Oro-Oro Ombo, Cemoro Kandang dan Jambangan. Dari Pos Jambangan puncak Mahameru sudah mulai terlihat. Pendaki pemula yang akan menuju puncak Mahameru disarankan untuk ngecamp di Kalimati, karena kalau ngecamp di Arcopodo jalannya terjal dan berat.

Waktu tempuh Ranu Kumbolo – Kalimati kurang lebih 3 jam perjalanan. Di kawasan Kalimati terdapat sumber air yang dapat ditempuh 60 menit pulang pergi. Pendaki meninggalkan Kalimati untuk summit attack biasanya mulai jam 12 atau jam 1 dini hari.

Kalimati – Arcopodo

Arcopodo merupakan tanah datar yang cukup untuk mendirikan sekitar 4 tenda, tempat ini sering kali dijadikan tempat camp terakhir sebelum summit attack. Tempat ini dinamakan Arcopodo karena konon di tempat ini ditemukan 2 buah arca yang sama. Perjalanan dari Kalimati ke Arcopodo membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Jalur pendakian dari Kalimati ke Arcopodo cukup berat dan terjal.

jalur pendakian gunung semeru arcopodo
Credit Image

Arcopodo – Puncak Mahameru

Jalur pendakian gunung Semeru dari Arcopodo – Puncak Mahameru merupakan trek terberat, treknya berupa pasir yang labil dan menyulitkan pergerakan kaki. Setiap melangkah naik, kaki akan merosot lagi. Di sinilah fisik dan mental pendaki diuji.

Melewati jalur pasir seperti ini pendaki sangat disarankan memakai gaiter untuk melindungi sepatu agar tidak masuk pasir. Waktu tempuh dari Arcopodo mencapai puncak Mahameru kurang lebih 4-6 jam, tergantung kecepatan dan kekuatan fisik masing-masing pendaki.

Puncak Mahameru

Puncak gunung Semeru yang biasa didaki adalah Puncak Mahameru, ketinggiannya mencapai 3.676 meter di atas permukaan laut. Suhu di puncak Mahameru berkisar antara 4 – 10 derajad celcius. Dari puncak Mahameru pendaki dapat menyaksikan view Gunung Bromo, Argopuro, Raung, Arjuno, Welirang, Lawu dan kawah Jonggring Saloko.

Kawah Jonggring Saloko ini setiap 10-15 menit sekali menyemburkan batuan vulkanis dan asap wedus gembel yang membumbung tinggi. Pendaki dilarang mendekati kawah Jonggring Saloka karena aliran laharnya mengandung gas beracun.

Sebelum jam 9 pagi, pendaki harus meninggalkan puncak Mahameru karena pada siang hari dikuatirkan asap beracun dari Kawah Jonggring Saloko akan mengarah ke puncak Mahameru sehingga membahayakan keselamatan pendaki.

Waktu Terbaik Mendaki Gunung Semeru

Waktu terbaik mendaki gunung Semeru adalah pada musim kemarau, yaitu antara bulan Juni – September. Pendaki tidak disarankan mendaki gunung Semeru pada musim hujan sekitar bulan Desember – Mei karena sering terjadi badai dan longsor.

Demikian informasi mengenai jalur pendakian gunung Semeru. Selamat mendaki, semoga bermanfaat.

Baca juga : Gunung Guntur, Semeru di Tanah Garut.

Tentang Penulis: Husni Cahya Gumilar

Gambar Gravatar
CEO ZonaLibur.com. Pria kelahiran Banjarwangi Kabupaten Garut yang hobi jalan-jalan, menulis dan dengerin marawis. Intinya saya bukan selebritis.