Mendaki Gunung Papandayan, Berhati-hatilah Dengan Tanaman Ini

Mendaki Gunung Papandayan Garut, berhati-hatilah dengan tanaman tereptep atau gympie-gympie. Tanaman ini memang tidak hanya ditemukan di Gunung Papandayan, tapi tumbuh juga di gunung lainnya di Indonesia, Asia Tenggaran dan Australia.

Tereptep merupakan sebutan masyarakat setempat, tanaman ini memiliki nama latin Dendrocnide Moroides.

Tereptep banyak dijumpai di sepanjang jalan menuju kawasan Tegal Panjang, Gunung Papandayan Garut. Tempat wisata Tegal Panjang di Papandayan memang belum banyak diketahui wisatawan, juga belum terlalu dibuka untuk umum. Sebab di lokasi ini masih terdapat tanaman dan binatang langka yang dilindungi seperti rusa, macan serta babi hutan.

Jika dilihat dari bentuknya, tanaman tereptep ini memang cukup menarik. Tanaman ini memiliki bulu-bulu seperti jarum di sekeliling daunnya. Bulu-bulu tersebut akan mengkilap bila terkena cahaya.

Mendaki Gunung Papandayan, Berhati-hatilah Dengan Tanaman Ini
Tereptep by Papandayan.info

Namun di balik keindahannya, tanaman gunung yang satu ini mengandung racun. Bila kulit kita menyentuh bulu-bulu tereptep, maka akibatnya kita akan merasakan seperti tersengat dan panas yang luar biasa. Bahayanya lagi, sembuhnya bisa sampai berbulan-bulan lho!

Dikabarkan, tanaman tereptep ini juga pernah membunuh binatang dan manusia. Daun teraptep keringpun tidak boleh dianggap enteng, karena di bulu-bulunya masih mengandung racun moroidin yang cukup berbahaya.

Untuk menghindarinya, sangat disarankan mendaki gunung Papandayan menggunakan sepatu gunung dan gaiter, bila perlu pakai juga sarung tangan.

Lebih disarankan lagi, tidak meninggakan apapun kecuali jejak, tidak mengambil apapun kecuali gambar dan tidak membunuh apapun kecuali waktu.

Lihat juga : Menempuh Jalur Pendakian Gunung Papandayan Garut

Demikian informasi mengenai tanaman berbahaya di Gunung Papandayan Garut, semoga bermanfaat. Selamat mendaki gunung Papandayan!

Tentang Penulis: Husni Cahya Gumilar

Gambar Gravatar
CEO ZonaLibur.com. Pria kelahiran Banjarwangi Kabupaten Garut yang hobi jalan-jalan, menulis dan dengerin marawis. Intinya saya bukan selebritis.