Memanjakan Diri dengan Terapi Ikan di Balong Keramat Cigugur

By Categories : Wisata Alam

Kolam Cigugur atau yang lebih dikenal dengan nama Balong Keramat Cigugur merupakan salah satu objek wisata di Kabupaten Kuningan. Balong ini merupakan balong keramat peninggalan Raja Sunda Galuh Pakuan, Prabu Resi Guru Darmasiksa Sanghyang Wisnu yang memerintah pada 1175 – 1297 M. Kini balong ini dikelola oleh PDAU kabupaten Kuningan.

Mengapa masyarakat menganggap Balong Cigugur sebagai balong keramat? Salah satu alasannya adalah karena keberadaan Ikan Kancra Bodas atau Ikan Dewa di Balong Cigugur. Pengeramatan tersebut dilakukan oleh masyarakat terhadap ikan sejenis yang hidup di kolam Darmaloka, Cibulan, Linggarjati, dan Pasawahan. Maksud pengkeramatan terhadap ikan langka tersebut tidak lain bertujuan untuk menjaga dan melestarikannya dari kepunahan akibat ulah manusia.

Terlepas dari tujuan untuk melestarikannya, Ikan Dewa memang memiliki mitos tersendiri mengenai asal usulnya. Masyarakat sekitar mempercayai bahwa Ikan Dewa adalah jelmaan dari prajurit-prajurit yang dikutuk oleh Prabu Siliwangi. Ikan Dewa jarang dijumpai di daerah lain. Karena keberadaannya yang langka serta di keramatkan oleh masyarakat sekitar, ikan ini tidak pernah di ganggu apalagi di pancing untuk dikonsumsi. Masyarakat meyakini orang yang mengkonsumsi ikan dewa akan celaka. Dengan adanya mitos tersebut, maka kelestarian dari Ikan Dewa atau Kancra Bodas ini terjaga dan menjadi daya tarik wisata di Kabupaten Kuningan.

Ikan Dewa merupakan jenis ikan yang akrab dengan manusia. Bahkan pengunjung disediakan kolam khusus untuk berenang bersama Ikan Dewa tersebut. Ada hal yang membuat masyarakat merasa aneh terhadap keberadaan Ikan Dewa. Jumlahnya dari tahun ke tahun tak pernah berkurang atau bertambah. Ikan tersebut seolah-olah tidak pernah mati atau berkembang biak. Ikan jenis ini pun hanya bisa ditemukan di balong-balong keramat yang ada di kabupaten Kuningan.

balong kramat cigugur tempat wisata di kuningan

Balong Kramat Cigugur via wikiepdia

Keanehan lainnya terlihat saat balong dibersihkan maka ikan tersebut akan menghilang. Masyarakat percaya bahwa ikan-ikan itu berpindah lokasi ke balong lain yang ada di Kuningan. Ikan Dewa ini diyakini oleh masyarakat memiliki alur di bawah tanah untuk berpindah dari Balong Keramat yang satu ke Balong Keramat yang lainnya.

Objek wisata Balong keramat Cigugur menawarkan wisata yang unik yaitu pengunjung akan dimanjakan dengan terapi ikan yang dilengkapi udara sejuk khas pegununggan dan keindahan alamnya. Ikan yang digunakan untuk terapi adalah Ikan Nilem Mangut (Osteochilus hasseltii).

Ikan Nilem Mangut ini mempunyai kelebihan yang membuatnya cocok digunakan untuk terapi Mulutnya ditutupi lipatan kulit lunak, tidak bergigi, berumbai yang berupa otot elastis yang berguna untuk menghisap benda/makanan atau kulit mati. Ikan jenis ini bersifat herbivora yaitu pemakan dedaunan, tidak galak dan bisa bersahabat dengan manusia. Banyak manfaat dari terapi ikan ini, beberapa di antaranya adalah memakan sel kulit mati atau kering, melancarkan peredaran darah dalam tubuh, untuk kecantikan kulit, menghilangkan pegal-pegal, mengurangi stress (relaksasi), dll.

Baca juga: Berenang Bersama Ikan Keramat di Objek Wisata Cibulan Kuningan

Saat pengunjung memasukan kaki ke dalam kolam, pengunjung akan merasakan sensani dinginnya air kolam dan pengunjung harus siap-siap tertawa karena geli dikerubungi dan digigigt ikan-ikan Nilem kecil. Pada awalnya akan terasa sedikit perih tapi lama-kelamaan akan keasyikan menikmatinya.

Pengunjung tak perlu khawatir karena seluruh area balong telah dilengkapi dengan besi pengaman serta tempat duduk untuk terapi. Di sekeliling balong pun terdapat atap untuk berteduh, jadi baik kondisi sedang hujan maupun panas pengunjung bisa merasa nyaman. Untuk masuk ke objek wisata Balong Keramat Cigugur ini hanya perlu membeli tiket masuk seharga Rp.7000/orang.

Demikian ulasan mengenai Balong Keramat Cigugur, semoga bermanfaat. Selamat berlibur!

Memanjakan Diri dengan Terapi Ikan di Balong Keramat Cigugur | Elsan Nasrillah | 4.5