Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu

Anda akan menemukan sesuatu yang unik dan berbeda saat menempuh jalur pendakian Gunung Lawu. Anda mungkin akan berpapasan dengan orang-orang yang naik turun gunung lawu dengan pakaian dan perbekalan seadanya. Mereka bukan dari kalangan pendaki.

Orang-orang ini mendaki gunung Lawu bukan untuk menikmati keindahan alam di puncak gunung, bukan pula untuk pendidikan dasar pendaki gunung atau mengambil adegan film. Siapakan mereka?

Mereka adalah peziarah.

Gunung Lawu merupakah sebuah gunung api (istirahat) berketinggian 3.265 mdpl yang berlokasi di Karanganyar, Jawa Tengah dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Gunung ini menawarkan pemandangan alam yang indah dan berbagai cerita misteri.

jalur pendakian gunung lawu

Misteri Gunung Lawu

Gunung Lawu dikenal juga  dengan julukan Seven Summits of Java (Tujuh Puncak Pulau Jawa). Gunung ini termasuk salah satu gunung paling angker di Indonesia karena menyimpan cerita mistieri mengenai keberadaan Raja Majapahit yang terakhir, Prabu Brawijaya V.

Hingga kini Gunung Lawu memiliki tiga puncak utama, masing-masing puncak memiliki mitos dan dianggap sebagai tempat sakral di Tanah Jawa. Puncak tersebut adalah Harga Dalem, Harga Dumiling dan Harga Dumilah.

Harga Dalem diyakini sebagai tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas, Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.

Setiap orang yang hendak mendaki puncak Gunung Lawu harus memahami berbagai larangan tidak tertulis, baik bersifat perbuatan maupun perkataan. Bila larangan-larangan tersebut dilanggar maka si pelaku diyakini akan bernasib naas.

Tempat-tempat lain di Gunung Lawu yang diyakini misterius oleh penduduk setempat diantaranya: Sendang Drajat, Sendang Inten, Sumur Jalatunda, Sendang Panguripan, Repat Kepanasan/Cakrasurya, Kawah Candradimuka, dan Pringgodani.

Sumber: Wikipedia

Pantangan yang sampai saat ini dipercaya oleh warga setempat adalah warga daerah Cepu Blora dipantang mendaki gunung Lawu. Konon pantangan ini bermula saat Prabu Brawijaya V mengasingkan diri karena dikejar oleh pasukan pimpinan Adipati Cepu.

Namun pasukan Adipati Cepu tidak berhasil menangkap Prabu Brawijaya V yang mengasingkan diri di Gunung Lawu. Lalu Prabu Brawijaya V mengeluarkan sumpah kepada Adipati Cepu, konon isinya adalah jika ada warga Cepu atau keturunannya mendaki gunung lawu, maka dia akan celaka atau mati di Gunung Lawu. Sampai sekarang tidak ada warga Cepu yang berani melanggar sumpah tersebut.

Jalur Pendakian Gunung Lawu

Untuk mendaki Gunung Lawu, dari Tawangmangu kita bisa naik mobil Omprengan menuju Cemoro Sewu atau Cemoro Kandang. Mobil omprengan biasanya terakhir lewat sekitar pukul 17.00, namun kalau sedang ramai sampai jam 19.00 kadang masih ada mobil omprengan. Nah jika terlalu sore, Anda bisa mencarter mobil atau berjalan kaki sepanjang 10 kilo memeter menuju Cemoro Kandang atau Cemoro Sewu.

Jalur pendakian gunung Lawu yang biasa digunakan adalah lewat Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu.

1. Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang

Di Pos Cemoro Kandang pendaki bisa beristirahat. Pendaki juga bisa menikmati makanan yang dijajakan di warung-warung depan Pos Cemoro Kandang. Di situ juga tersedia fasilitas seperti MCK, mushola dan aula tempat mengadakan acara bersama.

Cemoro Kandang – Pos 1

Jalur pendakian gunung Lawu via Cemoro Kandang lebih landai dibandingkan jalur Cemoro Sewu, namun waktu tempuhnya pun lebih lama. Jalur Cemoro Kandang juga merupakan jalur yang biasa digunakan oleh para peziarah yang hendak mengadakan ritual di Gunung Lawu. Mereka biasanya menunggang kuda yang disewa dari Tawangmangu.

Dari Cemoro Kandang menuju Pos 1 (Taman Sari Bawah) jalur agak landai. Di Pos 1 terdapat bangunan yang bisa digunakan tempat beristirahat dan berlindung. Pada hari Kamis sampai Minggu biasanya suka ada pedagang yang berjualan di pos ini.

jalur pendakian gunung lawu via cemoro kandang dan cemoro sewu

Foto: Merbabu.com

Pos 1 – Pos 2

Dari Pos 1 menuju ke Pos 2 (Taman Sari Atas) jalur pendakian sudah mulai curam. Di jalur ini Anda akan melihat Kawah Condrodimuko yang tak henti-hentinya menyemburkan asap dan bau belerang.

Pos 2 juga sering ditemukan para pedagang makanan, terutama saat hari libur atau hari-hari besar. Pada hari-hari besar biasanya banyak peziarah yang mendaki gunung Lawu.

Pos 2 – Pos 3

Jalur pendakian gunung Lawu dari dari Pos 2 menuju Pos 3 akan melewati sebuah sungai kecil dan sumber air. Kemudian dilanjutkan menyusuri tebing batu yang sempit menyusuri lereng puncak Cokro Suryo.  Selain sempit, jalur ini menyusuri jurang sehingga pendaki harus ekstra hati-hati. Apalagi di musim hujan, jalur ini rawan longsor dan sangat licin.

Pos 3 – Pos 4

Dalam perjalanan dari Pos 3 menuju Pos 4, Anda akan melewati sebuah sumber air yang bernama Sendang Panguripan. Sendang ini mirip sumur, airnya jernih dan dingin. Tempat ini merupakan salah satu tempat yang dikeramatkan oleh warga setepat, tidak heran kalau di waktu-waktu tertentu Anda akan menemukan sesajen dan bunga-bunga di tempat ini.

Jalur pendakian gunung Lawu dari Pos 3 menuju Pos 4 jalannya cukup terjal. Perjalanan Anda akan ditemani oleh bunga edelweis yang tumbuh di lereng-lereng sepanjang jalur ini.

Pos 4 – Pos 5

Jalur pendakian gunung Lawu dari Pos 4 menuju Pos 5 treknya bervariasi, mulai jalur datar, nanjak hingga menurun tersedia dalam jalur ini. Pemandangannya sangat indah, Anda akan melewati jalur batuan, padang rumput, padang edelweis. Beberapa puncak sudah mulai tampak dari jalur ini.

Pos 5 – Puncak

Jalur pendakian gunung Lawu dari Pos 5 – puncak guung Lawu, pendaki bisa langsung menuju ke Hargo Dumilah, Hargo Puruso, atau Puncak Hargo Tulling.

2. Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu

Cemoro Sewu – Pos 1

Pendakian gunung Lawu dari Cemoro Sewau menuju Pos 1 didominasi oleh jalan batuan besar dan melewati hutan pinus. Jika beruntung Anda akan melihat monyet-monyet ekor putih di jalur ini. Tidak jauh sebelum tiba di Pos 1, Anda akan melewati Sendang Panguripan, di sini Anda bisa mengisi persediaan air.

Pos 1 – Pos 2

Jalur pendakian gunung Lawu dari Pos 1 menuju Pos 2 treknya berbatu dan menanjak. Pendaki akan melewati hutan pinus dan lamtoro. Jarak antara Pos 1 dan Pos 2 merupakan jarak terpanjang sepanjang jalur pendakian ini. Bila lelah, Anda bisa beristirahat di shelter atau mendirikan tenda di depan shelter.

Pos 2 – Pos 3

Jalur pendakian gunung Lawu dari Pos 2 treknya semakin menanjak. Stamina pendaki mulai di uji di jalur ini. Setiba di pos 3 Anda bisa beristirahat melepas lelah. Di belakang Pos 3 terdapat tempat untuk menaruh sesaji, jadi jangan heran kalau Anda mencium aroma dupa atau kemenyan.

Pos 3 – Pos 4

Inilah jalur pendakian gunung Lawu yang dinilai paling berat. Dari Pos 3 menuju pos 4 stamina semakin terkuras. Anda bisa menghemat tenaga dengan memegang pagar pengaman di pinggir jalur pendakian.

Pos 4 – Pos 5 

Trek pendakian gunung Lawu dari Pos 4 menuju Pos 5 sedikit lebih landai. Pendaki biasanya langsung menuju ke Sendang Drajat dan mendirikan tenda di dekat warungnya mbok Yem. Kalau tidak membawa tenda, Anda bisa menginap di warung-warung yang disiapkan untuk para pendaki.

Peta Jalur Pendakian Gunung Lawu

Berikut ini adalah peta jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu

peta jalur pendakian gunung lawu via cemoro kandang

Sumber : wisatagunung.com

Objek wisata di sekitar Gunung Lawu

Objek wisata menarik di Gunung Lawu antara lain:

  • Telaga Sarangan
  • Kawah Telaga Kuning
  • Kawah Telaga Lembung Selayur.
  • Wana wisata sekitar Gunung Lawu
  • Sekitar Desa Ngancar:
    • Air Terjun Pundak Kiwo
    • Air Terjun Watu Ondo
    • Air Terjun Jarakan
    • Watu Ongko
    • Pasir Emas
  • Tawangmangu
  • Air Terjun Srambang
  • Cemorosewu
  • Candi Sukuh
  • Candi Cetho
  • Komplek pemakaman kerabat Praja Mangkunagaran:
  • Astana Girilayu
  • Astana Mangadeg
  • Astana Giribangun
  • Air Terjun Grojogan Sewu
  • Air Terjun Parang Ijo

Demikianlah informasi mengenai jalur pendakian Gunung Lawu dengan cerita misterinya. Saran, mendaki bukan untuk menaklukkan atau merusak alam, melainkan untuk berguru pada alam.

Selamat mendaki, salam lestari!

Informasi ini diolah dari berbagai sumber.

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Merbabu via Selo, Kopeng, Wekas dan Suwanting

Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu | Husni Cahya Gumilar | 4.5