VPS Murah
Klik di sini!Info River Boarding dan Water Tubing Banjarwangi

Burung Maleo, Satwa Setia Anti Poligami Endemik Sulawesi

Burung Maleo, Satwa Setia Anti Poligami Endemik Sulawesi – Nama ilmiah burung maleo adalah Macrocephalon maleo, yaitu sejenis burung berukuran sedang, dengan panjang sekitar 55 cm. Burung maleo hanya bisa ditemukan di pulau Sulawesi, artinya satwa langka ini merupakan endemik #Sulawesi.

Berdasarkan SK. No. Kep. 188.44/1067/RO/BKLH tanggal 24 Februari 1990, burung maleo ditetapkan sebagai “maskot” provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Satwa langka endemik Sulawesi ini sudah mulai langka dan dilindungi, dalam IUCN Red List spesies ini masuk dalam kategori #Critically Endangered dan CITES #Appendix I sebagai binatang khas Sulawesi Tengah yang terancam punah.

Burung maleo terancam punah karena habitat aslinya yang khas terus menyempit dan adanya perburuan telur maleo oleh manusia. Selain itu, telur maleo juga sering dimangsa predator alami yakni babi hutan, biawak dan elang.

Baca juga : Orangutan Kalimantan, Pongo Borneo yang Terancam Punah

Burung maleo hanya bisa bertahan hidup di pegununungan yang memiliki sumber panas bumi, di kawasan pantai berpasir panas atau atau di daerah dengan kondisi geothermal tertentu. Di daerah panas tersebut burung maleo mengubur telurnya dalam pasir.

Populasi burung maleo yang hanya terdapat di Sulawesi Tengah diperkirakan tinggal 320 ekor, yaitu di cagar alam Saluki, Donggala, wilayah Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah.

Dinas Kehutanan melalui Balai Taman Nasional Lore Lindu bekerja sama dengan masyarakat setempat membuat penangkaran burung maleo dan berhasil meminimalisir ancaman kepunahan burung setia dari pulau Sulawesi ini.

Si Setia Burung Maleo, Satwa Langka Endemik Sulawesi

Klasifikasi ilmiah burung maleo

Kerajaan: Vertebrata;

Filum: Chordata;

Kelas: Aves (Burung);

Ordo: Galliformes;

Famili: Megapodiidae;

Genus: Macrocephalon; 

Spesies: Macrocephalon maleo; 

Nama binomial; Macrocephalon maleo (S. Müller, 1846)

Ciri fisik burung maleo

Burung maleo memiliki bulu berwarna hitam, iris mata merah kecoklatan, kulit sekitar mata berwarna kuning, paruh berwarna jingga, bulu sisi bawah merah muda keputihan, kaki abu-abu dan di atas kepalanya terdapat jambul keras berwarna hitam. Burung maleo betina biasanya berukuran lebih kecil dan berwarna lebih kelam dibanding burung maleo jantan.

Karakter unik burung maleo

Burung maleo memiliki beberapa keunikan, di antaranya:

  1. Meskipun sayapnya penuh bulu dan cukup panjang namun satwa langka yang satu ini lebih memilih jalan kaki daripada terbang di udara.
  2. Maleo suka mengubur telurnya yang berukuran 5 kali lebih besar dari telur ayam, dan beratnya mencapai 240 hingga 270 gram di daerah panas, oleh karena itu burung maleo hidup di dekat pantai berpasir panas atau di pegununungan yang memiliki sumber mata air panas atau kondisi geothermal tertentu. Telur yang dikubur itu ditinggalkan begitu saja dan tak pernah diurus lagi.
  3. Anak maleo yang telah menetas harus berjuang sendiri keluar dari dalam tanah sedalam kurang lebih 50cm tanpa bantuan induknya. Perjuangan anak maleo mencapai permukaan tanah membutuhkan waktu selama kurang lebih 48 jam. Tak jarang beberapa anak maleo dijumpai mati sebelum sampai ke permukaan tanah. Tidak heran kalau anak maleo mampu hidup mandiri.

Belajar setia pada burung maleo

Selain dinyatakan sebagai satwa endemik Sulawesi yang terancam punah dan memiliki beragam karakter unik, burung maleo juga dikenal sebagai binatang setia yang anti poligami.

Burung maleo termasuk spesies monogami yang dipercaya setia pada pasangannya. Sepanjang hidupnya, ia hanya mempunyai satu pasangan dan tidak akan bertelur lagi setelah pasangannya mati.

Referensi : Dari berbagai sumber